Pulang-pulang dari kampus jam 10 malem gw nonton tv, tepatnya gw nonton semacem FTV yang sekali tayang langsung tamat. Ceritanya standar sih kaya sinetron-sinetron Indonesia yang lain. Tapi gw cuma pengen menyoroti salah satu penggalan masalahnya aja. Disini ceritanya ada seorang Bapak yang anaknya sakit dan dirawat di rumah sakit, Nah dokternya meminta si Bapak untuk segera memenuhi syarat(biaya administrasi) agar anaknya bisa segera dilakukan operasi, kalau tidak.. ya nggak dimulai-mulai operasinya. Berhubung si bapak kurang mampu dia minta tenggat waktu untuk masalah biaya. Akhirnya si Dokter memberi waktu selama 2 hari untuk menyelesaikan biaya administrasinya, lebih dari itu, maka harapan untuk sembuh akan semakin kecil menurut prediksi si Dokter. Selama si bapak berusaha mencari uang untuk biaya operasi, ternyata nyawa si anak tidak terselamatkan.
Damn.. walaupun cuma sebuah cerita fiktif belaka, tapi arrkh.. rese banget tuh rumah sakit, pengen gw ‘sobek-sobek’ tuh rumah sakit. Gw bukannya sedih karena si anak meninggal, mungkin memang sudah ajal-nya, tapi kalau hal ini terjadi di seluruh rumah sakit khususnya di Indonesia, apakah kita semua bisa cuma bilang ‘ah itu memang sudah ajalnya’, nggak kan
. Kalau menurut gw ada yang salah dan perlu diluruskan cara pikir rumah sakit terhadap masalah seperti ini.
Gw coba ilustrasiin jika kita mau nonton bioskop, tergantung apakah kita punya uang yang cukup untuk atau tidak. Biasanya gw kalau ada uang ya knapa nggak, terlebih gw suka banget sama tuh film, klo nggak ya ngumpulin duit dulu sampai cukup buat nonton atau nunggu dvd-nya. Jadi nonton itu merupakan suatu pilihan tergantung isi kantong gw. Tapi coba pikir deh jika seseorang mengalami sakit, itu bukan merupakan pilihan, ya kalau sudah terserang penyakit ya mau apalagi selain diobati. Mampu atau tidak mampu, tapi seseorang ini perlu diobati dan disembuhkan demi kelangsungan hidupnya.
Plis Pak Dokter, Bu Dokter dan Pemerintah Republik Indonesia…, Saya yakin kalian merupakan orang-orang pintar dan pilihan. Coba ingat kembali anak-anak kecil yang mempunyai cita-cita ingin menjadi dokter, setiap ditanya mengapa mereka ingin jadi dokter, jawabannya tidak lain adalah ‘mau sembuhin orang-orang yang sakit’....